Gresik - Pada Sabtu (18 Juli 2026), ruang Sualoka Hub nampak dipenuhi oleh ketertarikan dari para kelompok penyaji di sebuah acara Besali Studi (sebutan para peneliti sejarah dan kebudayaan Gresik di program penelitian tersebut). Ini merupakan salah satu program pre-main event yang akan diadakan oleh para pemuda tersebut pada bulan Agustus mendatang, yaitu Menjadi Gresik.
Sebagai informasi, Yayasan Gang Sebelah merupakan yayasan di mana para Pemuda Gresik berjejaring dan berkumpul untuk berdiskusi, berbagi informasi, dan menguatkan identitas Kabupaten Gresik melalui kegiatan-kegiatan konstruktifnya.
![]() |
| Potret Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir bersama Peneliti Muda Kebudayaan dan Sejarah Gresik |
Pada tahun ini, Yayasan Gang Sebelah berhasil lolos program BPK Kebudayaan RI dan menjadi salah satu tim yang mewakili Kabupaten Gresik bersama dengan Yayasan Pendidikan Peduli Lingkungan dan Sosial Indonesia (Sekolah Ndeso) dari Kedamean Gresik. Pada program tersebut, Yayasan Gang Sebelah menawarkan Menjadi Gresik sebagai bagian dari memperdalam serta memperkuat identitas Kabupaten Gresik melalui penelitian sejarah dan kultural Kabupaten Gresik.
Program tersebut terdiri dari penelitian/riset oleh para kelompok peneliti (akademisi, mahasiswa, pemuda, komunitas, dsb), kemudian dilanjutkan dengan festival beberapa hari. Adapun secara rinci kelompok peneliti tersebut terdiri dari:
- Nitinarasi (Ujung pangkah)
- Akademisi DKV UISI
- Cak Yuk Team
- Gresik Book Party
- Kronika (SMANIM)
- PowerArt (SMAM)
- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik
![]() |
| Sesi Berdiskusi dan Penyampaian Sudut Pendang tentang Sejarah & Kultural Gresik |
"Kami berharap Besali Studi Kultural dapat menjadi ruang belajar bersama yang terus menghidupkan pengetahuan lokal melalui keterlibatan aktif masyarakat. Program ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa kebudayaan tidak hanya tersimpan dalam arsip atau peristiwa besar, tetapi juga hadir dalam praktik-praktik keseharian, ingatan kolektif, serta kerja-kerja yang selama ini dijalani oleh warga.", Ujar harapan Hidayatun Nikmah selaku Ketua Yayasan Gang Sebelah.
Nantinya,Yayasan Gang Sebelah akan mengorbitkan E-Magazine tentang Kebudayaan dan Sejarah Kabupaten Gresik sebagai output program. Tidak berhenti di situ, dalam rangkaian acaranya, para pemuda kreatif tersebut akan mengadakan festival di sepanjang Gang Kampung Kemasan Gresik sebagai main-event Menjadi Gresik.
![]() |
| Potret Peserta Peneliti Besali Studi yang Terdiri dari Beberapa Elemen di Kabupaten Gresik |
"Melalui Besali Studi Kultural, kami ingin mendorong lahirnya tradisi riset, penulisan, dan pengarsipan yang berakar pada pengalaman masyarakat Gresik. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi pewaris kebudayaan, tetapi juga menjadi penulis, penafsir, dan penjaga narasi atas ruang hidupnya sendiri.", tambahnya.
"Semoga program ini menjadi awal dari semakin banyaknya kolaborasi lintas generasi, disiplin, dan komunitas dalam merawat keberagaman pengetahuan lokal, sehingga Gresik terus tumbuh sebagai ruang kebudayaan yang hidup, reflektif, dan relevan bagi masa kini maupun masa depan.", tandasnya.
Selain itu, Founder Yayasan Gang Sebelah M. Irfan Akbar juga berharap, bahwa dengan adanya penelitian ini - semoga memahami masyarakat tidak hanya dilakukan melalui arsip, sejarah, atau observasi lapangan saja. Pengalaman membaca masyarakat dari ruang kebijakan juga menjadi perspektif yang penting untuk memperkaya cara pandang dalam melihat dinamika Gresik.
"Menghadirkan Ketua DPRD, diharapkan agar para kelompok penyaji dapat melihat bagaimana aspirasi warga, realitas sosial, dan proses perumusan kebijakan saling berkelindan. Dengan begitu, pembacaan tentang Gresik menjadi lebih utuh—menghubungkan pengalaman warga, pengetahuan akademik, dan praktik pemerintahan sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk merawat sekaligus membayangkan masa depan Gresik.", pungkasnya.


