Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (1/9/2026).
Insiden tersebut mulai dirasakan para santri setelah melaksanakan salat zuhur. Memasuki waktu asar, sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan. Kondisi kemudian semakin banyak terjadi hingga selepas magrib, sehingga para santri harus dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara, sebanyak 293 santri telah mendapatkan perawatan di delapan rumah sakit.
Sebelumnya, sedikitnya 120 santri dilaporkan telah dibawa ke beberapa rumah sakit terdekat. Rinciannya, 80 santri dirawat di RSUD Sidoarjo, 19 santri di RS Siti Hajar, 12 santri di RS Delta Surya, serta sembilan santri di RS Pusura Gelam.
Jumlah korban masih berpotensi bertambah. Puluhan ambulans terlihat terus keluar-masuk kawasan pesantren untuk mengevakuasi santri yang mengalami keluhan kesehatan.
Situasi di sekitar pesantren juga mendapat pengamanan dari personel TNI. Sejumlah orang tua dan wali santri tampak berkumpul di luar gerbang untuk menunggu informasi mengenai kondisi anak-anak mereka.
Makanan yang dikonsumsi para santri tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi berencana melakukan pemeriksaan langsung terhadap SPPG tersebut bersama dinas terkait.
Pemeriksaan akan mencakup aspek kesehatan, perizinan, serta pengelolaan SPPG. Subandi juga menyatakan bahwa operasional SPPG dapat dihentikan apabila ditemukan persoalan dalam perizinannya.
